BANGKALAN – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bangkalan ke-495 menjadi momentum untuk menengok kembali jejak sejarah dan menghormati jasa para leluhur. Bupati Bangkalan Lukman Hakim bersama Wakil Bupati Moch. Fauzan Ja’far melakukan ziarah ke sejumlah makam bersejarah di Kecamatan Arosbaya, Kamis (22/10).
Dua lokasi yang menjadi tujuan ziarah adalah Makam Ki Demong Plakaran dan Makam Agung, tempat peristirahatan Raden Pragalbo. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat melalui doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh-tokoh pendahulu yang memiliki peran dalam perjalanan sejarah Bangkalan.
Ziarah ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa identitas dan perkembangan suatu daerah tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang serta perjuangan generasi sebelumnya.
Camat Arosbaya Dedeng Suprapto menegaskan, pelestarian sejarah dan budaya merupakan tanggung jawab bersama. Menurut dia, peringatan hari jadi daerah seharusnya mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga warisan leluhur.
Melalui momentum tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai budaya yang menjadi bagian penting dari identitas Bangkalan, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun daerah.
Senada, anggota DPRD Kabupaten Bangkalan Agus Suwito menilai, penghormatan terhadap sejarah harus berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, jasa para pendahulu tidak cukup hanya dikenang melalui kegiatan seremonial. Semangat perjuangan mereka perlu diteruskan melalui kerja nyata, pembangunan berkelanjutan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Sementara itu, Kepala Desa Plakaran Abd Wahid menyambut baik pelaksanaan ziarah di Makam Ki Demong Plakaran. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana edukasi sejarah, khususnya bagi generasi muda agar lebih mengenal asal-usul daerahnya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Makam Agung Supriadi. Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan merawat situs-situs bersejarah agar tetap lestari.
Menurutnya, pelestarian warisan leluhur bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa, melainkan membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat.
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bangkalan ke-495 diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan tahunan. Momentum ini perlu menjadi penguat persatuan, pelestarian budaya lokal, serta dorongan untuk mewujudkan Bangkalan yang semakin maju dan sejahtera.
Napak tilas melalui ziarah makam leluhur di Arosbaya pun menjadi pengingat bahwa menatap masa depan daerah perlu dibarengi dengan penghargaan terhadap sejarah dan nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu.












