SURABAYA – Ketergantungan terhadap gadget di kalangan anak-anak dan remaja menjadi perhatian serius. Penggunaan smartphone yang tidak terkontrol dinilai perlu mendapat pendampingan dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan sosial agar tidak mengganggu tumbuh kembang generasi muda.
Merespons persoalan tersebut, Rumah Broadcast Indonesia berkolaborasi dengan Komnas Perlindungan Anak (PA) Kota Surabaya menggelar workshop edukatif bertajuk cara mengatasi kecanduan gadget melalui metode hipnoterapi.
Kegiatan ini menghadirkan praktisi hipnoterapi Rini Prijani, S.I.Kom., CCHT., CI. Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pendekatan hipnoterapi serta teknik relaksasi untuk membantu mengubah kebiasaan penggunaan gadget menjadi aktivitas yang lebih positif dan produktif.
Workshop berlangsung interaktif dengan melibatkan peserta dari berbagai kalangan. Mulai remaja tingkat SMP dan SMA, ibu rumah tangga, guru, tenaga pendidik, hingga praktisi terapi turut mengikuti kegiatan tersebut.
Keberagaman peserta menunjukkan bahwa persoalan penggunaan gadget pada anak bukan hanya menjadi tanggung jawab orang tua, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Selain pemaparan materi, peserta mengikuti sesi tanya jawab, diskusi, serta praktik teknik relaksasi yang dipandu langsung oleh Rini Prijani.
Dalam kesempatan tersebut, Rini menjelaskan pentingnya memahami pola kebiasaan anak dalam menggunakan gadget. Pendampingan yang tepat diharapkan dapat membantu anak membangun kebiasaan digital yang lebih sehat.
“Kami ingin memberikan solusi nyata dan praktis yang bisa langsung diterapkan di rumah maupun di sekolah. Hipnoterapi menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk membantu mengubah pola pikir dan kebiasaan,” ujar Rini Prijani di sela-sela kegiatan.
Sementara itu, Ketua KPA Surabaya Syaiful menyampaikan bahwa workshop tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan hari jadi ke-28 Komnas Perlindungan Anak yang diperingati pada 26 Oktober, sekaligus menyambut hari jadi ke-7 KPA Kota Surabaya.
Menurut dia, penggunaan gadget memiliki dampak positif maupun negatif. Karena itu, diperlukan kepedulian dan kerja sama semua elemen masyarakat untuk mendampingi anak-anak agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.
“Kami ingin membangun kepedulian bersama untuk mendampingi generasi emas Indonesia 2045 tanpa cemas. Dari keluarga yang bahagia akan terbentuk generasi yang berkualitas,” ungkap Syaiful.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada narasumber, tim Rumah Broadcast Indonesia, serta Tab Hotel Surabaya yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Melalui workshop ini, para peserta diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun komunikasi dengan anak dan membatasi penggunaan gadget secara sehat.
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi upaya mendorong terciptanya lingkungan keluarga dan pendidikan yang lebih peduli terhadap tumbuh kembang anak.
Dengan pendampingan yang tepat, anak-anak diharapkan tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan kemajuan digital untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan karakter positif.
Bergerak untuk Anak Berkarakter.












