BANGKALAN, – Ketua Koordinator Kecamatan (Korcam) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Arosbaya, Imron Sadewo, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan sebelumnya yang menilai dirinya tidak kooperatif dan tertutup dalam memberikan informasi mengenai keberadaan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Arosbaya.
Imron membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa selama ini dirinya terbuka dalam memberikan informasi kepada pihak yang membutuhkan, termasuk insan pers, sepanjang informasi tersebut berada dalam kapasitas dan kewenangannya.
“Saya tidak pernah menutup-nutupi informasi mengenai dapur yang ada di Kecamatan Arosbaya. Informasi ini saya buka kepada semua pihak, kepada siapa pun yang bertanya,” ujar Imron.
Menurutnya, transparansi dan koordinasi justru menjadi bagian dari aktivitas yang selama ini dilakukan dalam menjalankan tugas sebagai Korcam SPPG. Ia mengaku secara rutin berkomunikasi dengan sejumlah pemangku kepentingan di tingkat kecamatan terkait perkembangan dapur SPPG.
“Saya sering berkoordinasi dengan Kanit Intel, Kecamatan Arosbaya, Pak Camat, serta stakeholder yang ada di Kecamatan Arosbaya. Koordinasi mengenai dapur-dapur yang ada di Arosbaya juga dilakukan setiap hari,” jelasnya.
Imron juga memberikan penjelasan mengenai proses konfirmasi yang dilakukan oleh pihak yang kemudian menulis pemberitaan terkait dirinya. Ia menyebut, sebelum berita tersebut terbit, dirinya sempat menerima telepon dan memberikan jawaban mengenai informasi dapur SPPG di Arosbaya.
“Yang bersangkutan sempat menelepon saya dan menanyakan mengenai dapur yang ada di Arosbaya. Saya jawab dan saya berikan informasi. Karena itu saya mempertanyakan ketika kemudian muncul pemberitaan yang menyebut saya menutup-nutupi informasi,” ungkapnya.
Ia menilai penyebutan dirinya sebagai pihak yang tertutup tidak sesuai dengan komunikasi yang telah berlangsung. Imron bahkan menyatakan memiliki riwayat komunikasi melalui telepon maupun WhatsApp yang dapat menunjukkan bahwa dirinya merespons permintaan informasi tersebut.
“Kalau dikatakan saya tidak merespons, saya punya komunikasinya. Kalau saya tidak membalas WhatsApp atau tidak mengangkat telepon, mungkin bisa dinilai seperti itu. Tetapi faktanya, saya mengangkat telepon dan WhatsApp juga saya balas,” katanya.
Imron kemudian mempertanyakan dasar munculnya penilaian bahwa dirinya menutup-nutupi informasi.
“Jadi, dari segi mana saya disebut menutup-nutupi?” ujarnya.
Lebih lanjut, Imron menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan untuk menyembunyikan informasi mengenai pelaksanaan MBG, khususnya terkait keberadaan dapur SPPG di Kecamatan Arosbaya.
Ia mengatakan, apabila terdapat pihak yang membutuhkan informasi, dirinya siap memberikan penjelasan sesuai dengan kapasitas dan kewenangannya. Menurutnya, komunikasi yang baik dengan berbagai pihak diperlukan agar informasi mengenai pelaksanaan program pemerintah tersebut dapat disampaikan secara tepat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Kami terbuka untuk komunikasi. Kalau ada yang ingin ditanyakan mengenai dapur SPPG, silakan dikomunikasikan. Saya akan memberikan informasi sesuai dengan kewenangan saya,” pungkas Imron.
Klarifikasi tersebut sekaligus menjadi hak jawab Imron Sadewo atas pemberitaan sebelumnya yang menyoroti sikap Korcam SPPG Arosbaya dalam memberikan informasi mengenai dapur MBG.
Dengan adanya penjelasan dari pihak Korcam, pemberitaan mengenai pelaksanaan program MBG di Kecamatan Arosbaya diharapkan dapat disampaikan secara proporsional, berdasarkan konfirmasi dari pihak-pihak terkait dan tetap mengedepankan prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi bagi pihak terkait sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.












