Beranda / Ragam / MBG di MIN 1 Bangkalan Diboikot Wali Murid, Menu Dinilai Monoton dan Porsi Terlalu Minim

MBG di MIN 1 Bangkalan Diboikot Wali Murid, Menu Dinilai Monoton dan Porsi Terlalu Minim

Bangkalan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Bangkalan mendapat sorotan. Sejumlah wali murid memilih menolak makanan yang disalurkan melalui program tersebut. Mereka menilai kualitas menu tidak sesuai harapan karena kurang bervariasi, porsinya minim, bahkan pernah ditemukan lauk yang dinilai belum matang sempurna.

Penolakan itu merupakan akumulasi kekecewaan para orang tua yang mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pengelola dapur mitra atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, hingga kini mereka menilai belum ada perubahan yang signifikan.

Salah seorang wali murid kelas II berinisial D mengaku anaknya sudah lama enggan mengonsumsi makanan dari program MBG. Menurutnya, menu yang disajikan cenderung berulang sehingga membuat anak-anak bosan.

“Kalau tidak telur, ya ayam. Pernah juga disajikan ikan, tetapi kondisinya kurang matang. Bumbunya juga hanya itu-itu saja, bumbu kuning, bumbu merah, atau digoreng. Menunya diputar terus sehingga anak-anak bosan,” ujarnya, Jumat (7/8).

Keluhan serupa disampaikan YS, wali murid lainnya. Ia menilai porsi makanan yang diterima siswa jauh dari ekspektasi sebagai menu bergizi.

“Dapur yang ini makanannya sangat minim. Sayurnya sedikit, ayamnya juga kecil, bahkan cuma seperti ‘arwah ayamnya’ saja,” katanya.

Menurut YS, keberatan para orang tua sebenarnya telah disampaikan sejak sekitar dua bulan lalu melalui angket evaluasi. Dalam angket tersebut, mereka meminta agar pengelola dapur dievaluasi atau diganti. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang dirasakan.

Puncaknya terjadi pada Jumat (7/8). Para guru menginformasikan kepada orang tua agar siswa membawa bekal dari rumah karena makanan dari program MBG tidak diterima oleh sebagian wali murid.

“Tadi pagi guru memberi tahu agar anak-anak membawa bekal sendiri. Kami lebih memilih bekal dari rumah karena anak-anak bisa makan lebih kenyang dan sesuai selera,” tuturnya.

Para wali murid mendesak pemerintah dan SPPG segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG di MIN 1 Bangkalan. Mereka berharap penyedia makanan mampu menghadirkan menu yang lebih bervariasi, memenuhi standar gizi, memiliki porsi yang memadai, serta diolah dengan kualitas yang lebih baik agar tujuan program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para siswa.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak SPPG maupun pihak terkait mengenai keluhan para wali murid tersebut. Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi untuk memperoleh penjelasan dan tanggapan sebagai bentuk keberimbangan pemberitaan.(HnF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *