SURABAYA – Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Jawa Timur, DR. Suli Daim, M.Pd, menerima kunjungan kerja terbatas dari Ketua Komnas Perlindungan Anak Kota Surabaya, Syaiful Bachri, di ruang kerja Fraksi Partai Amanah Nasional Provinsi Jawa Timur, Rabu (10/6/2026). Pertemuan ini menjadi momen penting dalam mempererat kerja sama lintas sektor demi menjamin hak-hak dan keamanan anak di wilayah Surabaya dan Jawa Timur.
Kunjungan tersebut memiliki makna khusus, karena dalam kesempatan itu Syaiful secara resmi menyerahkan piagam penghargaan kepada Suli Daim sebagai Tokoh Inspiratif Peduli Perlindungan Anak. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan peran nyata Suli Daim dalam memperjuangkan perlindungan anak sepanjang tahun 2025.
Menurut Syaiful, penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan pengakuan atas ketokohan dan kontribusi nyata Suli Daim. “Penghargaan ini kami berikan karena peran aktif beliau baik sebagai anggota DPRD Jawa Timur di Komisi D, sebagai pendidik, maupun keterlibatan langsung beliau di tengah masyarakat. Gagasan inovatif dan pengalaman panjang dalam pengabdian masyarakat menjadi latar belakang utama pemberian penghargaan ini,” ujar Syaiful.
Ia berharap, pengakuan ini dapat memicu semangat baru agar Suli Daim terus menjadi teladan dan penggerak utama dalam upaya mendampingi generasi emas Indonesia 2045, di tengah maraknya berbagai permasalahan yang menimpa anak saat ini.
“Perlindungan anak membutuhkan tokoh yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi yang hadir dan terlibat langsung. Bapak Suli Daim telah membuktikan kepedulian itu melalui berbagai peran yang dijalankannya selama ini,” tegas Syaiful.
Mendapat penghargaan tersebut, Suli Daim menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam. Baginya, penghargaan ini bukanlah pencapaian pribadi, melainkan amanah besar yang harus dijaga dan dilaksanakan bersama.
“Penghargaan ini bukan milik saya semata, tetapi amanah yang harus kami jaga bersama. Anak-anak hari ini adalah generasi yang akan menentukan wajah Indonesia pada tahun 2045. Oleh karena itu, investasi terbaik bangsa adalah memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, berkarakter, dan terlindungi,” ungkap Suli Daim.
Politisi yang juga tergabung di Komisi E DPRD Jawa Timur ini juga menyoroti perkembangan teknologi digital yang membawa dua sisi mata uang: manfaat besar sekaligus tantangan baru yang nyata. Menurutnya, penguatan literasi digital bagi anak, orang tua, dan tenaga pendidik menjadi keharusan agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab.
“Jangan sampai anak-anak kita akrab dengan teknologi, namun justru kehilangan perlindungan. Orang tua harus hadir sebagai pendamping utama, sekolah harus menjadi ruang yang aman, dan negara wajib memastikan regulasi berjalan efektif melindungi mereka,” tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Syaiful juga memaparkan sejumlah persoalan mendesak yang masih terjadi di lapangan, mulai dari kasus kekerasan terhadap anak, perundungan, hingga lemahnya pengawasan terhadap aktivitas anak di dunia maya. Tantangan saat ini dinilai semakin kompleks, di mana risiko tidak hanya datang dari lingkungan sosial langsung, tetapi juga dari ruang digital—mulai dari perundungan daring, eksploitasi media sosial, kecanduan gawai, hingga paparan konten negatif.
Oleh karena itu, Syaiful menekankan bahwa perlindungan anak tidak bisa dilakukan sendirian. Diperlukan kolaborasi erat antara keluarga, sekolah, pemerintah, organisasi masyarakat, media massa, hingga tokoh publik. Ia berharap sinergi antara Komnas Perlindungan Anak Kota Surabaya dan DPRD Jawa Timur dapat terus diperkuat untuk melahirkan kebijakan dan langkah nyata demi mewujudkan kota dan provinsi yang ramah anak.
“Anak-anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan bermartabat. Untuk mewujudkan cita-cita itu, kerja sama semua pihak adalah syarat mutlak yang tidak bisa ditawar lagi,” pungkas Syaiful.(H5)









