Surabaya – Pimpinan Institute for Justice and Humanity (IJH), Dany Tri Handianto, kembali menegaskan komitmen mendalam lembaganya untuk terus mendampingi, membela, dan mengawal nasib kaum marjinal serta kelompok yang tertindas di seluruh Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan internal yang sarat dengan nuansa kepedulian, menegaskan bahwa perjuangan IJH tidak hanya berlandaskan hukum, tetapi tumbuh sepenuhnya dari nilai-nilai kemanusiaan yang luhur.
Dalam sambutannya, Dany Tri Handianto menekankan bahwa keberadaan IJH didedikasikan untuk mereka yang suaranya sering kali tenggelam, yang hak-haknya terabaikan, dan yang posisinya lemah di tengah ketimpangan kehidupan. “Bagi kami, keadilan bukan sekadar urusan pasal atau aturan, melainkan soal rasa dan kemanusiaan. Setiap orang, tanpa memandang latar belakang, status, atau kedudukan, berhak mendapatkan perlindungan, perlakuan yang layak, dan kehidupan yang bermartabat. Kami hadir untuk memastikan bahwa mereka yang terpinggirkan tidak dibiarkan berjuang sendirian,” ujarnya dengan penuh ketulusan.
Lebih lanjut, Dany menjelaskan bahwa perhatian utama IJH tertuju pada mereka yang paling membutuhkan uluran tangan: masyarakat miskin, korban ketidakadilan, kelompok rentan, dan siapa saja yang hak asasinya dilanggar. Menurutnya, ketidakadilan yang menimpa satu orang adalah luka bagi seluruh bangsa. “Keadilan sosial hanya akan terwujud ketika kita peka terhadap penderitaan sesama. Kami berkomitmen untuk terus turun ke lapangan, mendengar keluh kesah mereka, mendampingi dalam setiap kesulitan, dan berjuang agar hak-hak dasar mereka terpenuhi sepenuhnya. Kemanusiaan adalah ruh dari setiap langkah yang kami ambil,” tegasnya.
Di bawah kepemimpinan Dany Tri Handianto, IJH menegaskan akan memperkuat berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan nyata masyarakat—mulai dari pendampingan kasus, bantuan hukum, pendidikan hak asasi manusia, hingga upaya mendorong kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat kecil. Lembaga ini bertekad menjadi sahabat dan pelindung bagi mereka yang membutuhkan, serta jembatan yang menghubungkan harapan masyarakat dengan keadilan yang sesungguhnya.
“Perjuangan ini tidak akan pernah selesai selama masih ada warga negara yang tertindas atau haknya tidak dihargai. IJH akan terus berdiri di garis depan, membawa semangat persaudaraan dan kasih sayang, demi mewujudkan cita-cita luhur: keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Dany Tri Handianto.
Pernyataan ini menjadi bukti nyata bahwa di bawah arahan Dany Tri Handianto, IJH tidak hanya berjuang menegakkan keadilan, tetapi juga menebar nilai-nilai kemanusiaan sebagai fondasi utama persatuan dan kesejahteraan bangsa.(ww)











