BANGKALAN – Upaya mengenalkan sekaligus melestarikan budaya Madura kepada generasi muda terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya lewat ajang Tes Performa dan Talenta Cong Kene’ dan Bhing Ana’ yang digelar di halaman Museum Cakraningrat, Kabupaten Bangkalan.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para wali murid. Mereka menilai ajang ini bukan sekadar panggung unjuk bakat, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter, melatih kepercayaan diri, dan menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini.
SDN Arosbaya 3 menjadi salah satu sekolah yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Keikutsertaan para siswa diharapkan mampu membuka ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi sekaligus mengenal lebih dekat warisan budaya leluhur.
Sebanyak 66 peserta mengikuti ajang tersebut. Mereka terdiri atas 24 Kacong Kene’ dan 42 Bhing Ana’. Para peserta tampil mengenakan pakaian adat Madura serta menunjukkan kemampuan berbahasa Madura halus.
Dari seluruh peserta, sebanyak 20 anak akan dipilih untuk melaju ke babak final berdasarkan penilaian dewan juri.
Salah seorang wali murid SDN Arosbaya 3 mengungkapkan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurut dia, kegiatan berbasis kebudayaan seperti ini memberikan manfaat nyata bagi perkembangan anak, baik dari sisi mental maupun pemahaman terhadap identitas daerah.
“Kami sebagai wali murid sangat mendukung kegiatan seperti ini. Anak-anak bisa belajar tampil percaya diri, mengenal budaya Madura, dan membiasakan diri menggunakan Bahasa Madura yang baik dan santun,” ujarnya.
Dia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan agar generasi muda tidak semakin jauh dari bahasa, adat istiadat, dan tradisi daerahnya sendiri.
Dukungan orang tua, lanjutnya, perlu berjalan beriringan dengan peran sekolah. Sinergi keduanya dinilai penting agar perkembangan anak tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga mencakup pembentukan karakter serta pengenalan seni dan budaya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangkalan, Eko Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan Cong Kene’ dan Bhing Ana’ bertujuan menanamkan kecintaan terhadap budaya dan tradisi Bangkalan sejak usia dini.
Peserta yang berhasil menunjukkan prestasi nantinya dipersiapkan menjadi duta Museum Cakraningrat. Mereka diharapkan dapat berperan dalam memperkenalkan sejarah dan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas.
Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Bangkalan, Ismail, menambahkan bahwa kegiatan tahunan tersebut didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Menurut dia, pendidikan budaya pada masa pertumbuhan anak menjadi bagian penting dalam memperkuat karakter dan identitas lokal.
Melalui ajang ini, pelestarian budaya Madura diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, bahasa daerah, busana adat, dan nilai-nilai tradisi perlu terus dikenalkan dalam kehidupan sehari-hari agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Partisipasi SDN Arosbaya 3 dan dukungan para wali murid menjadi salah satu bentuk keterlibatan masyarakat dalam menjaga warisan budaya Madura agar tetap dikenal dan dibanggakan oleh generasi penerus.












