Beranda / Ragam / SPPG Pasuruan Wonorejo Wonorejo Lakukan Pengukuran Antropometri, Perkuat Pemantauan Tumbuh Kembang Anak dan Penerima Manfaat MBG

SPPG Pasuruan Wonorejo Wonorejo Lakukan Pengukuran Antropometri, Perkuat Pemantauan Tumbuh Kembang Anak dan Penerima Manfaat MBG

Pasuruan – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasuruan Wonorejo Wonorejo melaksanakan kegiatan *pengambilan data antropometri berupa pengukuran berat badan (BB) dan tinggi badan (TB)* bagi penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), baik kelompok 3B (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui) maupun anak usia sekolah.

Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Kauman dan TK Budi Rahayu, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Pengukuran dilakukan oleh Pengawas Gizi SPPG, Indra Kurniawan Febrianto, S.K.M., didampingi Kepala SPPG, Ahmad Sayyidani Khaqiqi, S.Pd., serta kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) Posyandu Dusun Kauman.

Pengambilan data antropometri ini merupakan bagian dari upaya mendukung pemantauan status gizi dan tumbuh kembang penerima manfaat secara berkala. Melalui pengukuran yang terarah, data berat dan tinggi badan dapat menjadi informasi pendukung untuk melihat perkembangan fisik anak sekaligus membantu mengidentifikasi kondisi yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

Pelaksanaan kegiatan di posyandu dan lingkungan sekolah juga menjadi bentuk sinergi antara SPPG, tenaga pendidik, kader kesehatan, dan orang tua. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kepedulian bersama terhadap pentingnya pemenuhan gizi dan pemantauan pertumbuhan, sehingga pelaksanaan Program MBG tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga mendukung perhatian terhadap kondisi penerima manfaat.

*Orang Tua dan Kader Sambut Positif Kegiatan Pengukuran*

Salah satu orang tua balita, Ibu Miftah, menyambut baik pelaksanaan pengukuran antropometri tersebut. Menurutnya, kegiatan ini membantu orang tua memperoleh gambaran mengenai perkembangan anak.

_“Menurut saya, kegiatan seperti ini sangat baik karena kami sebagai orang tua bisa lebih memperhatikan pertumbuhan anak. Dengan adanya pengukuran berat dan tinggi badan, kami menjadi lebih sadar bahwa tumbuh kembang anak perlu dipantau secara rutin. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan agar orang tua semakin peduli terhadap kesehatan dan gizi anak,”_ ungkap Ibu Miftah.

Dukungan juga disampaikan oleh Ketua Kader TPK, Ibu Khanifah. Ia menilai keterlibatan SPPG dalam kegiatan pengukuran dapat memperkuat koordinasi antara kader dan pihak terkait dalam memberikan perhatian kepada penerima manfaat.

_“Kami menyambut baik kegiatan ini karena pemantauan pertumbuhan sangat penting, terutama bagi balita. Dengan adanya kerja sama antara SPPG dan kader posyandu, kami berharap pendataan dapat berjalan lebih baik dan hasilnya menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan perhatian terhadap kebutuhan gizi anak-anak di wilayah kami,”_ tutur Ibu Khanifah.

*Sekolah Dukung Pemantauan Pertumbuhan Anak*

Dari lingkungan pendidikan, guru TK Budi Rahayu, Indah Ayuningtyas, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pemantauan berat dan tinggi badan merupakan salah satu bentuk perhatian terhadap kondisi fisik anak selama masa pertumbuhan.

_“Kami sangat mendukung kegiatan pengukuran antropometri ini karena pertumbuhan anak merupakan hal yang perlu diperhatikan bersama. Melalui kerja sama antara sekolah dan SPPG, diharapkan perhatian terhadap kesehatan dan pemenuhan gizi anak semakin meningkat. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi anak-anak dan menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya gizi dalam mendukung proses belajar mereka,”_ ujar Indah Ayuningtyas.

*Kepala SPPG: Komitmen pada Kualitas Pelayanan Gizi*

Kepala SPPG Pasuruan Wonorejo Wonorejo, Ahmad Sayyidani Khaqiqi, S.Pd., menyampaikan bahwa pengambilan data antropometri merupakan bagian dari komitmen SPPG untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada penerima manfaat.

_“Bagi kami, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya tentang makanan yang didistribusikan, tetapi juga tentang bagaimana program ini dapat mendukung perhatian terhadap kebutuhan gizi penerima manfaat. Melalui pengukuran berat dan tinggi badan, kami ingin mendorong pemantauan pertumbuhan yang lebih terarah serta memperkuat sinergi dengan sekolah, kader posyandu, dan orang tua,”_ jelas Ahmad.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan berbagai pihak menjadi faktor penting dalam membangun kepedulian bersama terhadap pemenuhan gizi. Data yang terkumpul diharapkan dapat menjadi bahan pendukung pemantauan dan evaluasi sesuai dengan kewenangan serta prosedur yang berlaku.

_“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pengambilan data saja, tetapi juga mendorong kesadaran bahwa pemenuhan gizi dan pemantauan tumbuh kembang merupakan tanggung jawab bersama. SPPG akan terus berupaya memberikan pelayanan yang semakin baik, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan penerima manfaat,”_ tambahnya.

*Pengawas Gizi: Data Menjadi Dasar Pemantauan yang Lebih Terarah*

Pengawas Gizi SPPG, Indra Kurniawan Febrianto, S.K.M., menjelaskan bahwa pengukuran antropometri perlu dilakukan dengan memperhatikan ketepatan prosedur agar data yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara optimal.

_“Pengukuran berat badan dan tinggi badan merupakan bagian penting dalam pemantauan status gizi. Data ini membantu memberikan gambaran mengenai pertumbuhan anak dan dapat menjadi informasi awal apabila diperlukan pemantauan lebih lanjut. Karena itu, pengukuran perlu dilakukan dengan prosedur yang tepat, pencatatan yang baik, serta memperhatikan kondisi setiap penerima manfaat,”_ jelas Indra.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan kader posyandu, guru, dan orang tua dalam mendukung keberlanjutan pemantauan pertumbuhan.

_“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran bahwa gizi yang baik perlu diiringi dengan pemantauan pertumbuhan secara berkala. Sinergi antara SPPG, kader, sekolah, dan keluarga sangat diperlukan agar perhatian terhadap tumbuh kembang anak dapat dilakukan secara berkesinambungan,”_ imbuhnya.

*Wujud Komitmen Pelayanan yang Berkelanjutan*

Pelaksanaan pengambilan data antropometri di Posyandu Kauman dan TK Budi Rahayu menjadi salah satu bentuk upaya SPPG Pasuruan Wonorejo Wonorejo dalam memperkuat kualitas pelayanan gizi melalui kolaborasi lintas sektor.

Melalui kegiatan ini, SPPG berharap kesadaran mengenai pentingnya pemantauan pertumbuhan semakin meningkat, baik di lingkungan keluarga, posyandu, maupun sekolah. Data antropometri yang diperoleh dapat mendukung evaluasi dan pemantauan sesuai prosedur, sementara tindak lanjut atas temuan yang memerlukan perhatian dapat dikoordinasikan dengan tenaga kesehatan atau pihak berwenang.

Dengan semangat kolaborasi dan peningkatan kualitas pelayanan, SPPG Pasuruan Wonorejo Wonorejo berkomitmen untuk terus mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang tidak hanya berorientasi pada distribusi makanan, tetapi juga pada penguatan perhatian terhadap kebutuhan gizi dan tumbuh kembang penerima manfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *