PASURUAN – Kepemimpinan Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mulai menunjukkan hasil dalam pembangunan infrastruktur. Pembenahan jaringan jalan dan pengembangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sejumlah ruas strategis menjadi bagian yang dinilai mulai dirasakan langsung masyarakat.
Ketua Umum LSM PMDM Gus Ujay mengapresiasi langkah Rusdi Sutejo bersama Wakil Bupati Shobih Asrori yang dinilai konsisten mendorong pembangunan infrastruktur sebagai salah satu fondasi penguatan konektivitas dan perekonomian daerah.
Menurut Gus Ujay, pembangunan jalan dan PJU bukan sekadar proyek fisik. Infrastruktur yang memadai menjadi kebutuhan dasar yang berpengaruh terhadap mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa hingga aktivitas ekonomi pada malam hari.
“Di bawah kepemimpinan Bupati Rusdi Sutejo dan Gus Wabup Shobih Asrori, pembangunan mulai terlihat progresnya. Jalan dibenahi, penerangan diperluas. Dampaknya dirasakan masyarakat karena wilayah semakin terkoneksi dan sejumlah ruas jalan semakin terang,” ujar Gus Ujay, Kamis (17/9/2026).
Ratusan Titik PJU Dibangun
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah pembangunan PJU.
Melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan, ratusan titik PJU telah dibangun di sejumlah ruas jalan utama, di antaranya Gondangwetan–Winongan, Bangil–Pandaan, serta Pandaan–Prigen.
Bagi Gus Ujay, keberadaan PJU memiliki fungsi lebih luas dibanding sekadar penerangan. Infrastruktur tersebut ikut mendukung kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan serta aktivitas masyarakat.
“PJU itu bagian dari konektivitas. Ketika jalur utama terang, mobilitas masyarakat malam hari menjadi lebih nyaman. Perputaran ekonomi juga bisa semakin hidup,” katanya.
Infrastruktur Jalan Tembus 1.600 Kilometer
Pembangunan juga menyasar sektor jalan. Pemkab Pasuruan melalui Dinas Bina Marga terus melakukan pembangunan dan penanganan jaringan jalan kabupaten yang mencapai lebih dari 1.600 kilometer dan tersebar di 24 kecamatan.
Cakupan jaringan yang luas membuat pembangunan infrastruktur jalan menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan kesinambungan program serta pengawasan.
LSM PMDM menilai perbaikan jalan memiliki dampak langsung terhadap masyarakat, terutama dalam memperlancar mobilitas dan distribusi hasil produksi.
“Jalan merupakan urat nadi ekonomi. Kalau aksesnya baik, distribusi barang dan jasa semakin lancar. Masyarakat juga lebih mudah menjalankan aktivitas ekonominya,” jelas Gus Ujay.
Meski memberikan apresiasi, Gus Ujay menegaskan bahwa masyarakat sipil tetap memiliki fungsi kontrol terhadap pelaksanaan pembangunan.
Dukungan, kata dia, harus berjalan beriringan dengan pengawasan agar pembangunan benar-benar sesuai perencanaan, berkualitas, transparan, dan memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat.
“Kami mendukung program yang pro-rakyat. Tetapi LSM PMDM tetap akan menjadi mitra kritis pemerintah. Yang baik kami apresiasi, yang perlu dikritisi akan kami sampaikan,” tegasnya.
Momentum Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pembangunan di berbagai sektor.
“Selamat Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097. Semoga di bawah kepemimpinan Rusdi Sutejo dan Shobih Asrori, Pasuruan semakin maju, konektivitas semakin kuat dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” pungkas Gus Ujay.












