PASURUAN — Menjaga kualitas makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar memastikan menu yang disajikan memenuhi kebutuhan gizi. Kondisi makanan sebelum didistribusikan juga menjadi perhatian penting.
Hal itu diterapkan SPPG Pasuruan Wonorejo Kidul Dalem melalui pengawasan berlapis sebelum makanan keluar dari dapur. Salah satu tahapan yang dilakukan adalah uji organoleptik.
Pemeriksaan dilakukan dengan melihat sejumlah aspek makanan, mulai dari warna, aroma atau bau, rasa, tekstur, hingga kondisi fisik makanan secara keseluruhan. Tahapan tersebut menjadi bagian dari pengendalian mutu untuk memastikan makanan yang akan diterima penerima manfaat berada dalam kondisi baik.
Pengawas Gizi SPPG Pasuruan Wonorejo Kidul Dalem, Indra Kurniawan, mengatakan uji organoleptik dilakukan sebelum makanan didistribusikan.
“Sebelum makanan didistribusikan, kami melakukan uji organoleptik untuk memastikan kondisi makanan sesuai dengan standar. Kami memeriksa warna, aroma atau bau, rasa, tekstur, serta kondisi fisik makanan secara keseluruhan. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan makanan yang keluar dari dapur berada dalam kondisi baik sebelum sampai kepada penerima manfaat,” jelas Indra Kurniawan.
Menurut dia, pengawasan tidak berhenti ketika makanan telah matang. Pengendalian kualitas dilakukan sejak bahan baku diterima hingga makanan berada di tangan penerima manfaat.
Tahapannya meliputi penerimaan bahan baku, pemeriksaan kondisi bahan, penyimpanan, persiapan, pengolahan, pemorsian, pengemasan, hingga distribusi.
Setiap tahapan tersebut menjadi bagian dari sistem kerja untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan secara konsisten.
Setiap Ompreng Dilengkapi Label
Penguatan sistem distribusi juga dilakukan SPPG Pasuruan Wonorejo Kidul Dalem melalui penggunaan label pada setiap ompreng makanan.
Setiap ompreng diberikan identitas sesuai ketentuan dan arahan Kepala Badan Gizi Nasional. Pemberian label tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat traceability atau ketertelusuran makanan.
Dengan adanya label, setiap paket makanan dapat lebih mudah dikenali berdasarkan tujuan distribusinya. Sistem tersebut juga membantu petugas melakukan pengecekan agar makanan yang telah melalui tahapan pemeriksaan dapat didistribusikan sesuai penerima manfaat dan tujuan yang telah ditetapkan.
Diperkuat SLHS dan Sertifikasi Halal
Komitmen terhadap kualitas pengelolaan makanan juga didukung kelengkapan sertifikasi dan dokumen pendukung.
SPPG Pasuruan Wonorejo Kidul Dalem telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai bagian dari pemenuhan standar higiene dan sanitasi dalam penyelenggaraan makanan.
Selain itu, aspek kehalalan produk turut menjadi perhatian melalui sertifikasi halal. Kelengkapan tersebut menjadi bagian dari komitmen SPPG untuk menghadirkan makanan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan, kebersihan, dan kehalalan.
Koki Bersertifikat, Kompetensi SDM Diperhatikan
Kualitas makanan juga tidak terlepas dari sumber daya manusia yang mengolahnya. Karena itu, kompetensi tenaga pengolah makanan menjadi salah satu perhatian SPPG Pasuruan Wonorejo Kidul Dalem.
Tim koki yang bertugas telah mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi. Dengan demikian, proses pengolahan makanan ditangani oleh personel yang memiliki pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan tugasnya.
Kepala SPPG Pasuruan Wonorejo Kidul Dalem menegaskan bahwa kualitas makanan merupakan bagian penting dari tanggung jawab dalam pelaksanaan MBG.
“Kami berkomitmen memastikan makanan yang keluar dari dapur dalam kondisi baik. Pemeriksaan dilakukan sebelum makanan dikirim, mulai dari tampilan, warna, aroma, rasa, hingga teksturnya. Kami juga terus memastikan setiap tahapan produksi dan distribusi berjalan sesuai prosedur,” ujarnya.
Menjaga Kualitas, Menjaga Kepercayaan
Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berbicara mengenai jumlah makanan yang didistribusikan. Di balik setiap porsi yang sampai kepada penerima manfaat, terdapat rangkaian proses yang membutuhkan ketelitian, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
SPPG Pasuruan Wonorejo Kidul Dalem berupaya menjaga proses tersebut melalui pengawasan berlapis, mulai dari bahan baku hingga makanan siap didistribusikan.
Dukungan SLHS, sertifikasi halal, tenaga koki yang telah mendapatkan sertifikasi kompetensi, pemeriksaan organoleptik sebelum distribusi, serta penerapan label pada setiap ompreng menjadi bagian dari upaya menjaga mutu makanan MBG.
Bagi SPPG, setiap porsi bukan sekadar makanan yang harus sampai ke tujuan. Lebih dari itu, setiap porsi merupakan amanah yang harus dijaga kualitasnya sejak dari dapur hingga diterima oleh penerima manfaat.












