Beranda / Ragam / Festival Gen Rabbani STAIL Surabaya, Tanamkan Cinta Al-Qur’an Sejak Dini

Festival Gen Rabbani STAIL Surabaya, Tanamkan Cinta Al-Qur’an Sejak Dini

SURABAYA – Upaya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus membentuk karakter religius anak sejak usia dini dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al-Hakim (STAIL) Surabaya bersama TPQ Al Madani Pakuwon City.

Mereka menggelar Festival Gen Rabbani di Masjid Al Madani, Pakuwon City, Surabaya, Minggu (9/8). Kegiatan tersebut dikemas dalam berbagai perlombaan keagamaan dan kreativitas anak, mulai lomba adzan, berkisah, mewarnai hingga tahfidzul Qur’an.

Mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Mengukir Prestasi Menuju Generasi Rabbani”, festival itu diikuti sekitar 100 peserta dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah dasar. Antusiasme peserta semakin terasa dengan kehadiran orang tua dan masyarakat yang turut memadati lokasi kegiatan.

Ketua Panitia KKN STAIL Surabaya, Hadidar Fataya, mengatakan Festival Gen Rabbani tidak sekadar menjadi ajang kompetisi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus pembentukan karakter Islami anak.

“Melalui festival ini mereka belajar mencintai Al-Qur’an, berani tampil di depan umum, melatih kepercayaan diri, sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak yang baik,” ujarnya.

Menurut dia, mahasiswa KKN berharap kegiatan tersebut mampu memberikan pengalaman positif bagi anak-anak. Tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga membentuk pribadi yang percaya diri, disiplin, berani tampil, dan memiliki akhlak mulia.

“Semoga kegiatan ini menjadi motivasi bagi mereka untuk terus belajar dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Salah seorang orang tua peserta, Nasir, mengaku senang anaknya dapat mengikuti Festival Gen Rabbani. Menurutnya, kegiatan tersebut mampu mendorong anak-anak lebih bersemangat mempelajari agama.

“Saya senang sekali bisa ikut lomba ini. Saya jadi lebih rajin menghafal surah dan belajar adzan. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan lagi karena seru dan membuat saya semakin semangat belajar agama,” katanya.

Festival tersebut dibuka oleh dr. Relly Yanuari Primariawan, Sp.OG-KFER, selaku Ketua Yayasan Masjid Al Madani. Ia menyambut positif program mahasiswa KKN STAIL yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak.

“Kami bangga dan mendukung program teman-teman STAIL yang sedang KKN. Besar harapan kami, kegiatan Festival Gen Rabbani ini dapat menjadi bekal bagi anak-anak agar kelak setelah lulus menjadi generasi Islam yang tangguh,” tuturnya.

Apresiasi juga disampaikan Ust. Syamsul Alam Jaga, S.Kom, selaku Takmir Masjid Al Madani. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi wadah positif untuk menumbuhkan semangat anak-anak dalam mempelajari agama sejak dini.

“Festival ini sangat baik karena mampu menumbuhkan semangat anak-anak untuk belajar agama sejak dini. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga menjadi bagian dari pembinaan generasi muda,” katanya.

Selain perlombaan, kegiatan juga diisi dengan sesi parenting yang menghadirkan Syaiful Bachri, Ketua Komnas Anak Kota Surabaya, sebagai narasumber.

Syaiful mengapresiasi mahasiswa KKN STAIL dan Takmir Masjid Al Madani yang telah menghadirkan program edukatif sekaligus bernilai keagamaan tersebut.

“Festival Rabbani bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga media pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai keislaman, dan pengembangan potensi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Syaiful juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam perlindungan anak. Menurutnya, persoalan anak saat ini semakin kompleks dan membutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat hingga lembaga pendidikan dan keagamaan.

“Saat ini kita menghadapi berbagai masalah yang berkaitan dengan anak, mulai usia dini hingga mahasiswa. Karena itu, perlu jalinan kerja sama dalam perlindungan anak,” tegasnya.

Ia menambahkan, upaya mempersiapkan generasi emas Indonesia tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Perlindungan dan pembinaan anak merupakan tanggung jawab bersama.

“Perlindungan anak dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ini tanggung jawab bersama, baik tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda maupun pemerhati dan pegiat perlindungan anak. Bukan zamannya lagi Superman, tetapi sekarang zamannya Superteam untuk generasi Indonesia,” pungkasnya.

Melalui Festival Gen Rabbani, mahasiswa KKN STAIL Surabaya bersama TPQ dan Takmir Masjid Al Madani berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda berkelanjutan. Tidak hanya melahirkan anak-anak berprestasi, tetapi juga generasi yang memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an, berakhlak mulia, percaya diri, dan siap menjadi generasi penerus bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *