Beranda / Ragam / Wonokromo Perkuat Sinergi Wujudkan MPLS Ramah Anak Lewat Program “Wonokromo Sapa Sekolah”

Wonokromo Perkuat Sinergi Wujudkan MPLS Ramah Anak Lewat Program “Wonokromo Sapa Sekolah”

SURABAYA – Kelurahan Wonokromo terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak melalui pelaksanaan program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang dikolaborasikan dengan gerakan Wonokromo Sapa Sekolah (WSS) 2026.

Program yang mengusung semangat “Wonokromo Peduli Tunas Bangsa” tersebut menjadi wadah sinergi berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah kelurahan, dunia pendidikan, akademisi, psikolog, aparat keamanan, hingga pegiat perlindungan anak. Sasaran program mencakup seluruh jenjang pendidikan di wilayah Kelurahan Wonokromo, mulai dari PPT, PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA, SMK, dan MA.

Ketua Komnas Perlindungan Anak Kota Surabaya, Syaiful Bahri, mengapresiasi lahirnya kolaborasi lintas sektor tersebut. Menurutnya, pelaksanaan MPLS harus menjadi ruang yang aman, menyenangkan, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.

“Anak-anak harus disambut dengan kasih sayang, bukan dengan tekanan. MPLS Ramah merupakan langkah konkret untuk memastikan setiap peserta didik memperoleh haknya atas pendidikan yang aman, nyaman, dan bermartabat. Kolaborasi seperti Wonokromo Sapa Sekolah menjadi contoh baik bagaimana pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat bersatu melindungi anak,” tegas Syaiful Bahri.

Ia menambahkan, perlindungan anak tidak cukup hanya dilakukan ketika terjadi persoalan, tetapi harus dibangun melalui upaya pencegahan sejak dini dengan menghadirkan edukasi karakter, penguatan literasi digital, kesehatan mental, serta peningkatan kesadaran seluruh warga sekolah terhadap hak-hak anak.

Lurah Wonokromo menegaskan, MPLS bukan sekadar agenda penyambutan peserta didik baru, melainkan momentum membangun karakter, menanamkan nilai toleransi, disiplin, serta menciptakan sekolah yang bebas dari perundungan, kekerasan, maupun praktik senioritas.

Melalui program Wonokromo Sapa Sekolah, para praktisi dari berbagai bidang akan hadir langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi mengenai perlindungan anak, kesehatan mental, literasi digital, bahaya penyalahgunaan narkoba, keamanan berlalu lintas, hingga pembentukan karakter generasi muda.

Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih luas kepada peserta didik bahwa sekolah merupakan ruang tumbuh yang aman dan menyenangkan, sekaligus membangun kedekatan antara sekolah dengan berbagai elemen masyarakat.

Program ini juga menjadi implementasi nyata semangat MPLS Ramah yang menempatkan peserta didik sebagai subjek pendidikan yang harus dihormati hak-haknya. Pendekatan edukatif dan humanis menjadi prioritas, menggantikan pola-pola orientasi yang berpotensi menimbulkan tekanan psikologis maupun tindakan yang tidak mendidik.

Dengan dukungan berbagai organisasi profesi dan komunitas yang terlibat, Wonokromo Sapa Sekolah 2026 diharapkan mampu menjadi model kolaborasi yang dapat direplikasi di wilayah lain dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, aman, serta berorientasi pada perlindungan dan pengembangan potensi anak sebagai generasi penerus bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *