BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus memperkuat kualitas basis data masyarakat sebagai fondasi utama penyusunan kebijakan dan penyaluran berbagai program pemerintah. Upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi dan Pelatihan Pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Non Desil yang digelar di Kecamatan Arosbaya, Kamis (9/7).
Kegiatan tersebut diikuti para operator pendataan dari tingkat desa hingga kecamatan. Mereka dibekali pemahaman teknis mengenai mekanisme pemutakhiran data agar proses pendataan berjalan seragam, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Moch. Fauzan Ja’far menegaskan, kualitas data menjadi faktor penentu keberhasilan berbagai program pemerintah, mulai dari perencanaan pembangunan hingga penyaluran bantuan sosial.
“Melalui sosialisasi dan pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Bangkalan berharap seluruh operator memiliki pemahaman yang sama mengenai mekanisme pemutakhiran data sehingga proses pendataan berjalan lebih efektif, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Sementara itu, Deden Suprapto menekankan bahwa optimalisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh program pembangunan dan bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Menurutnya, DTSEN bukan sekadar kumpulan data administrasi, melainkan instrumen utama pemerintah dalam memetakan kondisi sosial ekonomi masyarakat secara riil.
“DTSEN merupakan instrumen strategis yang menjadi acuan utama dalam memetakan kondisi riil warga. Oleh sebab itu, akurasi dan pemutakhiran data di lapangan harus terus dikawal dengan ketat,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangkalan berharap proses pemutakhiran DTSEN dapat menghasilkan data yang semakin valid dan mutakhir. Dengan basis data yang akurat, berbagai program pembangunan, perlindungan sosial, hingga bantuan pemerintah diharapkan semakin tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.












