Beranda / Politik & Pemerintahan / Presiden Prabowo Hadiri Penutupan Munas NU di Bangkalan, Media Diminta Keluar Saat Pidato Tanpa Teks

Presiden Prabowo Hadiri Penutupan Munas NU di Bangkalan, Media Diminta Keluar Saat Pidato Tanpa Teks

BANGKALAN — Riuh rendah tepuk tangan seribuan muktamirin mendadak senyap berganti bisik-bisik di barisan belakang ruang utama Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil (IAISMC) Bangkalan, Madura. Waktu menunjukkan pukul 14.15 WIB ketika sejumlah personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan staf Sekretariat Presiden (Setpres) mulai bergerak tak biasa.

Mereka mendatangi satu per satu barisan jurnalis. Dengan gestur sopan namun tegas, para petugas meminta kamera diturunkan, mikrofon dimatikan, dan seluruh awak media mengosongkan ruangan.

“Mohon maaf, rekan-rekan media silakan keluar terlebih dahulu. Sesi ini tertutup,” bisik seorang petugas protokol kepresidenan.

Pengosongan ruang forum ini terjadi tepat di penghujung acara Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026. Di atas podium, Presiden Prabowo Subianto baru saja menggeser tumpukan naskah pidato resminya. Sang Presiden bersiap melakukan gaya khasnya saat bertemu para kiai sepuh: berpidato secara impromptu—dari hati ke hati, tanpa teks.

Kontradiksi Keterbukaan InformasiKebijakan ‘pintu tertutup’ ini menyisakan tanda tanya besar di kalangan wartawan. Pasalnya, beberapa jam sebelum Presiden tiba, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) telah memberikan garansi tertulis dan lisan bahwa seluruh rangkaian Munas-Konbes NU terbuka bagi publikasi.

“Kami ingin pesan-pesan kebangsaan dan hasil bahtsul masail para ulama ini bisa langsung diserap masyarakat luas melalui media,” kata Gus Ipul

Menanti Jawaban Istana hingga laporan ini diturunkan, “dinding tebal” informasi masih menutupi alasan sebenarnya di balik pengusiran halus awak media tersebut. Pihak Sekretariat Presiden maupun panitia pusat PBNU belum mengeluarkan pernyataan resmi untuk mengklarifikasi insiden tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *