Beranda / Ragam / KKN-T Kelompok 08 Pamit, Tinggalkan Jejak Pengabdian di Desa Glaga

KKN-T Kelompok 08 Pamit, Tinggalkan Jejak Pengabdian di Desa Glaga

BANGKALAN – Bukan sekadar seremoni perpisahan. Malam terakhir KKN-T STKIP PGRI Bangkalan Periode 2026 Kelompok 08 di Desa Glaga, Kecamatan Arosbaya, menjadi momentum untuk mengenang kebersamaan sekaligus menutup rangkaian pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat.

Suasana kekeluargaan terasa dalam acara perpisahan yang digelar Sabtu malam (9/8/2026). Mahasiswa yang selama beberapa waktu berbaur dengan warga akhirnya harus berpamitan setelah menyelesaikan berbagai kegiatan pengabdian di desa tersebut.

Acara dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Haryo Mukti Widodo, Kepala Desa Glaga H. Amin Jakfar, serta Camat Arosbaya Dedeng Suprapto.

KKN-T Kelompok 08 Desa Glaga dipimpin Mahesa Ardi sebagai ketua dan Siti Aliyah sebagai wakil ketua. Mengusung tema “Tumbuh Bersama, Membangun Desa Sejahtera”, para mahasiswa didorong tidak hanya menyelesaikan program kerja, tetapi juga membangun kepedulian terhadap persoalan dan kebutuhan masyarakat.

DPL Haryo Mukti Widodo berpesan agar pengalaman selama berada di tengah masyarakat tidak berhenti ketika masa KKN berakhir. Menurutnya, interaksi langsung dengan masyarakat merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa.

Pengalaman tersebut diharapkan mampu membentuk mahasiswa yang lebih peka terhadap lingkungan sosial serta memiliki semangat untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.

Apresiasi turut disampaikan Kepala Desa Glaga H. Amin Jakfar. Dia menyampaikan terima kasih kepada seluruh mahasiswa KKN-T Kelompok 08 atas kontribusi dan kebersamaan yang telah terbangun selama berada di Desa Glaga.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan pengalaman tersendiri bagi masyarakat sekaligus membuka ruang interaksi antara dunia pendidikan dan kehidupan masyarakat desa.

Camat Arosbaya Dedeng Suprapto juga memberikan apresiasi. Dia berharap pengabdian yang telah dilakukan mahasiswa dapat memberikan manfaat dan menjadi pengalaman yang berguna ketika mereka kembali ke lingkungan kampus maupun memasuki dunia kerja.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada adik-adik mahasiswa yang telah melaksanakan KKN di Desa Glaga. Semoga pengalaman selama mengabdi di masyarakat menjadi bekal berharga dan apa yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat,” ujar Dedeng.

Dia juga mengingatkan bahwa berakhirnya program KKN bukan berarti berakhir pula hubungan yang telah terjalin.

Silaturahmi antara mahasiswa, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan masyarakat diharapkan tetap terjaga meski para mahasiswa telah kembali menjalani aktivitas akademik di kampus.

Sementara itu, Ketua KKN-T Kelompok 08 Mahesa Ardi bersama Wakil Ketua Siti Aliyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan KKN.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada DPL, Pemerintah Desa Glaga, Pemerintah Kecamatan Arosbaya, serta seluruh masyarakat yang telah menerima dan mendampingi mahasiswa selama menjalankan pengabdian.

Bagi mahasiswa, perpisahan tersebut bukan sekadar penutup kegiatan. Kebersamaan dengan masyarakat Desa Glaga menjadi pengalaman yang diharapkan dapat terus dibawa sebagai bekal dalam perjalanan mereka setelah menyelesaikan pendidikan.

Malam itu, KKN-T Kelompok 08 resmi berakhir. Namun, semangat untuk tumbuh bersama dan membangun desa diharapkan tidak berhenti ketika mahasiswa meninggalkan Desa Glaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *