Beranda / Ragam / Di Tengah Dunia Digital, Anak Bisa Tetap Merasa Kesepian

Di Tengah Dunia Digital, Anak Bisa Tetap Merasa Kesepian

Surabaya – Di balik layar gawai yang nyaris tak pernah lepas dari genggaman, tersimpan persoalan yang kerap luput dari perhatian orang tua. Anak-anak yang tampak aktif di media sosial, memiliki banyak teman, bahkan selalu terhubung secara digital, ternyata tidak sedikit yang diam-diam berjuang melawan rasa sepi dan tekanan emosional.

Fenomena ini menjadi perhatian banyak pemerhati pendidikan dan psikologi anak. Kesepian di era digital bukan lagi sekadar persoalan kurangnya teman, melainkan hilangnya ruang komunikasi yang hangat antara anak dan keluarga. Ketika rumah tidak lagi menjadi tempat paling nyaman untuk bercerita, anak cenderung mencari pelarian melalui media sosial atau lingkungan pergaulan yang belum tentu memberikan pengaruh positif.

Berangkat dari kondisi tersebut, akan digelar webinar bertajuk “Apakah Anak Kita Sedang Kesepian di Tengah Riuhnya Dunia Digital?” pada Kamis, 23 Juli 2026, pukul 19.00–21.00 WIB secara daring melalui Zoom Meeting dan terbuka gratis bagi masyarakat.

https://trv.lk/1b7a0f9e

Dalam kegiatan ini, peserta akan diajak memahami berbagai penyebab anak merasa kesepian meski selalu terkoneksi dengan dunia digital. Selain itu, orang tua juga akan memperoleh pemahaman mengenai tanda-tanda anak yang sedang mengalami pergulatan emosional, alasan mereka mencari validasi melalui media sosial maupun lingkungan pertemanan, hingga strategi membangun komunikasi yang membuat anak merasa aman dan nyaman untuk terbuka kepada keluarga.

Webinar ini menegaskan bahwa pencegahan berbagai persoalan pada anak tidak dimulai ketika masalah telah terjadi. Pencegahan justru berawal dari kesediaan orang tua untuk hadir, mendengarkan, dan memahami perasaan anak dalam kehidupan sehari-hari.

Masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan ini dapat mendaftarkan diri melalui tautan bit.ly/RuangTumbuhOrangtua. Webinar ini diharapkan menjadi ruang belajar bagi para orang tua agar mampu membangun keluarga yang lebih hangat, komunikatif, dan menjadi tempat pulang terbaik bagi anak di tengah derasnya arus dunia digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *