Beranda / Ragam / Sinergi Sekolah dan Orang Tua Jadi Kunci Sukses MPLS, SDN Perak Barat Gelar Class Parenting

Sinergi Sekolah dan Orang Tua Jadi Kunci Sukses MPLS, SDN Perak Barat Gelar Class Parenting

Surabaya – Mengawali Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, SDN Perak Barat menggelar kegiatan Sosialisasi MPLS dan Class Parenting yang diikuti 96 wali murid kelas I, Kamis (16/7), di Aula SDN Perak Barat.

Mengusung tema “Membangun Sinergi Antara Sekolah dan Orang Tua dalam Rangka Mencetak Generasi Hebat”, kegiatan ini menjadi ruang komunikasi awal antara sekolah dan orang tua untuk menyamakan visi dalam mendampingi anak memasuki dunia pendidikan dasar.

Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan Ketua Komite Sekolah dan Kepala SDN Perak Barat. Selanjutnya peserta mengikuti sesi parenting yang disampaikan narasumber, Syaiful Bachri.

Dalam paparannya, Syaiful menegaskan bahwa pendidikan anak tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada sekolah. Peran orang tua tetap menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter, kebiasaan, serta kepribadian anak sejak dini.

“Anak akan lebih mudah berkembang apabila sekolah dan keluarga berjalan seiring. Guru mendidik di sekolah, sedangkan orang tua melanjutkan pembiasaan yang sama di rumah. Kolaborasi inilah yang akan melahirkan generasi yang cerdas sekaligus berkarakter,” ujarnya.

Materi parenting diawali dengan pemahaman mengenai makna pengasuhan (parenting), yakni proses mendampingi anak dengan kasih sayang, keteladanan, komunikasi, dan pembinaan karakter, bukan sekadar memenuhi kebutuhan fisik.

Peserta juga diajak memahami sepuluh hak dasar anak yang wajib dipenuhi bersama oleh keluarga dan sekolah, mulai dari hak hidup dan tumbuh berkembang, hak memperoleh pendidikan, perlindungan, kasih sayang, layanan kesehatan, hingga hak untuk menyampaikan pendapat tanpa diskriminasi.

Selain itu, konsep pendidikan inklusi turut menjadi perhatian. Orang tua diberikan pemahaman bahwa setiap anak memiliki kemampuan, karakter, dan kebutuhan yang berbeda sehingga harus memperoleh kesempatan belajar yang sama tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Syaiful mengutip pesan Ali bin Abi Thalib yang berbunyi, “Janganlah kamu mendidik anakmu sesuai dengan zamanmu, karena mereka hidup di zaman yang berbeda dengan zamanmu.” Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pola asuh harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama, akhlak, dan budaya.

Materi berikutnya membahas tantangan yang dihadapi orang tua ketika anak memasuki jenjang sekolah dasar. Masa transisi dari PAUD atau TK menuju SD dinilai membutuhkan pendampingan yang lebih intensif karena anak harus beradaptasi dengan lingkungan, aturan, dan kebiasaan belajar yang baru.

Tak kalah penting, orang tua juga dikenalkan pada berbagai gaya belajar anak, seperti visual, auditori, dan kinestetik. Dengan memahami karakter belajar masing-masing anak, diharapkan orang tua dapat memberikan pendampingan yang tepat sehingga proses belajar di rumah menjadi lebih efektif.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para wali murid memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai pola pendampingan belajar, pembentukan karakter, hingga proses adaptasi anak selama mengikuti MPLS.

Melalui kegiatan ini, SDN Perak Barat berharap terbangun kemitraan yang kuat antara sekolah dan keluarga. Dengan sinergi yang baik, setiap anak diharapkan mampu menjalani proses belajar dengan nyaman, berkembang sesuai potensinya, serta tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *