SURABAYA – Di tengah tantangan pergaulan remaja yang semakin kompleks serta pesatnya perkembangan teknologi digital, SMP Bahrul Ulum Surabaya mengambil langkah preventif dengan menggelar Seminar Parenting bertema “Meningkatkan Peran Orang Tua dalam Menjaga Keselamatan Anak dan Ancaman Pergaulan Remaja Masa Kini”, Senin (15/6/2026).
Kegiatan yang bekerja sama dengan Penerbit Tiga Sekawan tersebut mendapat sambutan antusias dari para wali murid. Sekitar 350 orang tua hadir mengikuti seminar sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penguatan pendidikan karakter dan perlindungan anak.
Seminar menghadirkan Ketua Komnas Perlindungan Anak Surabaya, Jawa Timur, Syaiful Bachri, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa keluarga merupakan benteng pertama dan utama dalam melindungi anak dari berbagai ancaman yang muncul di lingkungan sosial maupun dunia digital.
Menurut Syaiful, orang tua dituntut mampu menyesuaikan pola pengasuhan dengan perkembangan zaman. Ia mengutip prinsip parenting yang populer dan dinisbatkan kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib, yakni “Didiklah anakmu sesuai zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu.”

“Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap terbangun komunikasi yang kuat antara orang tua, sekolah, dan anak sehingga mampu mencegah berbagai bentuk penyimpangan maupun kekerasan terhadap anak,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa terdapat empat pilar penting dalam pendidikan anak saat ini, yakni keluarga, pendidikan, lingkungan, dan media sosial. Keempat unsur tersebut harus berjalan selaras agar anak tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan berkarakter.
“Jika anak tumbuh dalam rumah yang penuh cinta, dukungan, dan keteladanan, maka ia akan lebih siap menghadapi tantangan kehidupan di luar rumah. Keteladanan bukan hanya soal moral, tetapi juga etos kerja, cara berbicara, hingga bagaimana menyikapi persoalan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMP Bahrul Ulum Surabaya, Moch. Chamim, S.Pd., mengapresiasi tingginya partisipasi para wali murid dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran sekitar 350 orang tua menjadi bukti nyata bahwa keluarga memiliki kepedulian besar terhadap pendidikan dan masa depan anak.
“Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga keterlibatan aktif orang tua di rumah. Melalui seminar parenting ini, kami ingin mempererat kolaborasi antara sekolah dan keluarga agar bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik,” katanya.
Melalui kegiatan ini, SMP Bahrul Ulum menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Bagi pihak sekolah, pendidikan bukanlah proses yang berjalan sepihak, melainkan sebuah ekosistem yang tumbuh dari kolaborasi, keteladanan, dan kepedulian bersama.
Seminar parenting tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membangun lingkungan pendidikan yang humanis dan berorientasi pada perlindungan anak. Harapannya, lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, akhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan penuh tanggung jawab.












