BANGKALAN – Polemik terkait keterlibatan BRI Arosbaya dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI akhirnya menemui jalan keluar. Kepala BRI Arosbaya, Agam, memilih datang langsung ke Kantor Kecamatan Arosbaya untuk memberikan klarifikasi sekaligus meminta maaf atas miskomunikasi yang sempat memicu sorotan.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk meluruskan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Sebelumnya, minimnya keterlibatan BRI Arosbaya dalam sejumlah agenda peringatan kemerdekaan mendapat perhatian dari tokoh masyarakat hingga kepala desa setempat.
Agam hadir dan menyampaikan penjelasan di hadapan pihak kecamatan, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda Arosbaya. Dengan suasana penuh kekeluargaan, pihak BRI menjelaskan bahwa tidak hadirnya perwakilan dalam beberapa agenda bukan karena mengabaikan kegiatan masyarakat.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas miskomunikasi terhadap kegiatan yang diadakan panitia pada rangkaian acara 17 Agustus. Memang ada kesibukan terkait aktivitas di internal BRI,” ujar Agam.
Baca juga:
https://radarjatim.net/2026/08/29/sinergi-atau-jalan-pintas-membaca-kritis-putusan-praperadilan-febrie-adriansyah/
Salah satu yang menjadi sorotan adalah ketidakhadiran BRI Arosbaya dalam upacara bendera 17 Agustus. Agam menegaskan, pada waktu yang bersamaan BRI memiliki agenda upacara yang wajib dilaksanakan di kantor cabang.
“Untuk ketidakhadiran dalam upacara di Arosbaya, pada saat bersamaan juga ada upacara yang dilaksanakan di Kantor Cabang,” jelasnya.
Klarifikasi tersebut sekaligus menepis anggapan bahwa BRI Arosbaya tidak memiliki kepedulian terhadap kegiatan masyarakat. Agam menegaskan, komunikasi dan sinergi dengan masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam menjalankan aktivitas BRI di wilayah Arosbaya.
Ke depan, BRI Arosbaya berkomitmen memperbaiki pola komunikasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan pemuda. Terlebih, BRI memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami akan tetap berkomunikasi dan mendukung kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan perekonomian masyarakat Arosbaya pada khususnya, dengan tetap menyesuaikan pada ketentuan perbankan yang berlaku,” katanya.
Tak hanya melalui dukungan terhadap kegiatan masyarakat, BRI Arosbaya juga memastikan pelayanan kepada nasabah dan masyarakat akan terus ditingkatkan.
“BRI Arosbaya akan berupaya hadir secara langsung dalam melayani nasabah dan masyarakat,” tegas Agam.
Pertemuan tersebut pun menjadi penutup polemik yang sempat berkembang. Kedua pihak diharapkan dapat kembali membangun komunikasi yang lebih baik sehingga persoalan serupa tidak kembali terjadi.
Bagi masyarakat Arosbaya, penyelesaian tersebut menjadi sinyal positif. Sinergi antara dunia perbankan, pemerintah, dan masyarakat dinilai penting, bukan hanya dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal.
Agam menutup pertemuan dengan senyum. Pesannya sederhana: komunikasi diperkuat, pelayanan ditingkatkan, dan BRI Arosbaya siap hadir di tengah masyarakat dengan semangat pelayanan sepenuh hati.












