BANGKALAN – Pelaksanaan Haul Akbar ke-434 R. Pratanu (Ki Lemah Duwur) di Desa Makam Agung, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan resmi dimulai dengan penuh khidmat pada Jumat (12/6/2026). Ribuan jamaah dari berbagai daerah tampak memadati kawasan Makam Agung untuk mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan dan napak tilas sejarah tahunan ini.
Acara sakral ini dihadiri oleh unsur Forkopimda Kabupaten Bangkalan, Muspika Kecamatan Arosbaya, para kepala desa se-Kecamatan Arosbaya, Ketua PKDI Arosbaya, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Anggota DPRD Kabupaten Bangkalan Fraksi PDI Perjuangan, Agus Suwito.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan sejarah dan silsilah R. Pratanu (Ki Lemah Duwur). Sesi ini mengisahkan perjalanan hidup, garis keturunan, serta peran penting beliau dalam sejarah pemerintahan dan perkembangan Islam di Madura. Pembacaan silsilah ini menjadi momen krusial untuk mengenalkan kembali nilai-nilai sejarah kepada generasi muda.
Setelah pembacaan silsilah, acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh para ulama. Suasana religius terasa sangat kental saat ribuan jamaah dengan khusyuk memanjatkan doa bersama sebagai bentuk penghormatan dan permohonan keberkahan.
Sebagai penutup rangkaian awal, para tamu undangan bersama jajaran pemerintah dan tokoh masyarakat melakukan prosesi ziarah serta penaburan bunga di kompleks Makam Agung.
Kepala Desa Makam Agung, Supriadi, menjelaskan bahwa susunan acara sengaja dirancang sedemikian rupa agar masyarakat tidak hanya sekadar berziarah.
“Haul ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sarana untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu. Karena itu pembacaan silsilah dan doa bersama menjadi bagian penting sebelum prosesi ziarah dan penaburan bunga dilaksanakan,” ujarnya.
Di sisi lain, Camat Arosbaya Dedeng Suprapto memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme masyarakat yang terus menjaga warisan budaya dan religi ini.
“Haul Akbar R. Pratanu merupakan momentum mempererat silaturahmi, memperkuat nilai keagamaan, sekaligus melestarikan sejarah daerah. Kehadiran berbagai unsur masyarakat dan pemerintah menunjukkan bahwa tradisi ini masih memiliki tempat yang sangat penting,” ungkap Dedeng.
Rangkaian Haul Akbar ke-434 R. Pratanu ini dijadwalkan akan terus berlanjut dengan berbagai kegiatan keagamaan dan tausiyah yang diharapkan dapat membawa keberkahan serta mempererat persatuan masyarakat Bangkalan.












