Bangkalan – Semangat membangun ketahanan pangan nasional tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga diwujudkan oleh para petani di daerah. Di Kabupaten Bangkalan, Haji Hosnan, petani asal Desa Dlemer, Kecamatan Arosbaya, menunjukkan bahwa inovasi di sektor pertanian mampu menghasilkan produktivitas yang luar biasa.
Melalui teknik penyambungan singkong mentega dengan singkong karet, Haji Hosnan berhasil membudidayakan tanaman singkong yang menghasilkan umbi berukuran jumbo. Setelah menjalani masa tanam sekitar sembilan bulan, satu pohon mampu menghasilkan umbi dengan berat mencapai sekitar 70 kilogram.
Keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Ketelitian dalam memilih bibit, kedisiplinan dalam perawatan, serta pengalaman bertahun-tahun di bidang pertanian menjadi kunci utama keberhasilan budidaya tersebut. Hasil panen itu menjadi bukti bahwa inovasi sederhana mampu memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian.
Tidak berhenti pada keberhasilan panen, Haji Hosnan berkomitmen menjadikan lahannya sebagai kebun percontohan bagi para petani. Ia ingin berbagi pengalaman mengenai teknik budidaya singkong unggul agar semakin banyak petani mampu meningkatkan hasil panen dan pendapatannya.

“Kalau petani maju, ketahanan pangan akan semakin kuat. Saya ingin pengalaman ini bisa dipelajari bersama sehingga manfaatnya dirasakan masyarakat luas,” ujar Haji Hosnan.
Menurutnya, singkong memiliki prospek ekonomi yang sangat baik karena dapat diolah menjadi berbagai produk pangan maupun bahan baku industri. Dengan pengelolaan yang tepat, komoditas ini berpotensi menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pedesaan.
Ke depan, Haji Hosnan berharap pemerintah daerah, penyuluh pertanian, perguruan tinggi, dan kelompok tani dapat bersinergi mengembangkan budidaya singkong unggul di Bangkalan. Melalui kolaborasi tersebut, Bangkalan diyakini memiliki peluang besar menjadi salah satu sentra produksi singkong berkualitas di Jawa Timur.
Keberhasilan Haji Hosnan menjadi bukti bahwa kemajuan sektor pertanian berawal dari keberanian untuk berinovasi. Dari Desa Dlemer, semangat membangun ketahanan pangan tumbuh dan diharapkan mampu menginspirasi petani di berbagai daerah untuk terus berkarya, meningkatkan produktivitas, dan mewujudkan kemandirian pangan Indonesia.












