Beranda / Ragam / Parenting SMAN 1 Taman, Orang Tua Diajak Jadi Teladan Pembentuk Karakter Anak

Parenting SMAN 1 Taman, Orang Tua Diajak Jadi Teladan Pembentuk Karakter Anak

Sidoarjo – Penguatan karakter peserta didik tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada sekolah. Peran keluarga, khususnya orang tua, menjadi fondasi utama dalam membentuk pribadi anak yang berakhlak, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Komitmen itu diwujudkan SMAN 1 Taman melalui kegiatan parenting bagi orang tua dan wali murid kelas XI yang digelar di Gedung Serba Guna Grha Smanita, Jumat (19/6). Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Komnas Perlindungan Anak Surabaya, Syaiful Bachri, sebagai narasumber dengan mengusung tema Peran Orang Tua dalam Menumbuhkembangkan Karakter Anak.

Kepala SMAN 1 Taman, Dewi Nurmalasari, M.Pd., membuka kegiatan sekaligus menegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga. Menurutnya, sinergi yang kuat akan menjadi kunci keberhasilan dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik.

“Karakter yang kuat tidak dapat dibentuk hanya melalui pembelajaran di sekolah. Diperlukan kolaborasi yang baik antara guru dan orang tua agar anak tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, bertanggung jawab, serta mampu menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Syaiful Bachri menjelaskan bahwa masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan identitas diri. Karena itu, kehadiran orang tua tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga harus hadir secara emosional melalui komunikasi yang hangat, keteladanan, dan pendampingan yang konsisten.

“Anak-anak membutuhkan figur yang mampu menjadi teladan. Orang tua harus menjadi sahabat sekaligus pembimbing yang mampu memberikan arah dan nilai-nilai kehidupan yang baik. Karakter tidak dibentuk dalam waktu singkat, melainkan melalui proses yang berlangsung setiap hari di lingkungan keluarga,” paparnya.

Ia juga mengingatkan orang tua agar tidak lengah terhadap perkembangan teknologi digital. Penggunaan gawai dan media sosial perlu diawasi secara bijaksana agar menjadi sarana pembelajaran, bukan justru memengaruhi perilaku negatif remaja. Menurutnya, pengawasan yang efektif harus dibangun melalui komunikasi yang terbuka, bukan dengan pembatasan yang berlebihan.

Suasana kegiatan berlangsung dinamis. Para orang tua tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pemaparan materi hingga diskusi interaktif. Berbagai persoalan seputar pola asuh remaja, tantangan komunikasi dalam keluarga, hingga cara menanamkan nilai-nilai karakter menjadi topik yang banyak dibahas.

Melalui kegiatan parenting ini, SMAN 1 Taman berharap terbangun kolaborasi yang semakin erat antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi perkembangan peserta didik, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif yang mendukung penguatan pendidikan karakter. Harapannya, lahir generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berintegritas, berkarakter kuat, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *