Beranda / Ragam / Polresta Malang Kota Perkuat Sosial 13 Taruna Akpol Angkatan 58 dengan Pendekatan Humanis dan Kamtibmas di Tengah Masyarakat

Polresta Malang Kota Perkuat Sosial 13 Taruna Akpol Angkatan 58 dengan Pendekatan Humanis dan Kamtibmas di Tengah Masyarakat

KOTA MALANG — Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, secara aktif membina 13 taruna Latihan Kerja (Latja) Akademi Kepolisian (Akpol) TK III Angkatan 58 Batalyon “Ksatriya Hawin Sarawahita” melalui pendekatan langsung di lapangan yang menitikberatkan pada profesionalisme, humanisme, dan kedekatan dengan masyarakat. (Senin, 15/6/2026)

Pembinaan tidak hanya dilakukan melalui kegiatan fisik seperti olahraga pagi yang rutin dipimpin langsung oleh Kombes Putu Kholis, tetapi juga melalui pelibatan intensif para taruna dalam aktivitas kepolisian berbasis masyarakat.

Para pejabat utama Polresta Malang Kota hingga Kapolsek turut diberi amanah sebagai pembimbing lapangan, guna memastikan proses pembelajaran berjalan komprehensif dan aplikatif.

“Kami ingin para taruna tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang secara emosional dan sosial. Kota Malang ini adalah miniatur Indonesia, sehingga mereka harus mampu memahami keberagaman karakter masyarakat sebagai bekal menjadi perwira Polri yang profesional dan humanis,” ujar Kombes Pol Putu Kholis

Ia menegaskan bahwa pendekatan kemasyarakat menjadi kunci dalam menjaga kondusivitas kamtibmas.

Oleh karena itu, para taruna diajak untuk terjun langsung ke tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan, termasuk sambang poskamling dan dialog dengan warga pada malam hari.

Dalam kegiatan tersebut, para calon perwira Polri berinteraksi langsung dengan warga, menyerap aspirasi, serta memahami harapan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

“Melalui kegiatan ini, kami membangun kolaborasi dan soliditas antara Polri dan masyarakat. Taruna harus belajar mendengar, memahami, dan hadir sebagai solusi di tengah masyarakat,” tambah Kombes Putu Kholis.

Sementara, Pejabat Polresta Malang Kota mengajak para taruna bersilaturahmi ke keluarga korban Kanjuruhan sebagai bagian dari pembinaan empati dan nilai kemanusiaan.

Sambang ke keluarga korban kanjuruhan yang berdomisili di Kota Malang ini untuk menanamkan sensitivitas sosial dani menjadi momentum penting bagi taruna untuk memahami aspek psikologis dan sosial dalam penanganan peristiwa kemanusiaan. (Senin, 15/6/2026)

Salah satu taruna, Joshua Stephanus Panjaitan saat bersilaturahmi ke kediaman Bu Astri warga Kelurahan Gadan, mengungkapkan bahwa pengalaman hari ini memberikan pembelajaran berharga di luar teori yang diperoleh di kampus.

“Kami belajar langsung berinteraksi dengan masyarakat, mendengar aspirasi, serta memahami harapan masyarakat terhadap Polri. Kami juga meminta saran dan doa agar kelak bisa menjalankan tugas dengan baik, khususnya jika diberi kesempatan bertugas di Polresta Malang Kota,” ujar Joshua

Dan saat berpamitan Bu Astri berpesan kepada para tarununa melalui Joshua yang didampingi rombongan dari Polsek Sukun, agar nantinya benar-benar memberikan perlindungan dan melayani masyarakat.

“Menjadi polisi itu tujuan utamanya adalah memberikan perlindungan dan pengabdian kepada masyarakat. Semoga kalian bisa menjalankan amanah itu dengan hati,” pesan Bu Astri kepada Joshua mewakili para taruna.

Melalui rangkaian kegiatan Latja ini, diharapkan para taruna Akpol mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan pengalaman lapangan, serta membangun karakter sebagai perwira Polri yang tidak hanya tegas, tetapi juga humanis, adaptif, dan dekat dengan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *