SURABAYA – Peran orang tua dalam membentuk karakter anak tidak bisa lagi diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. Di tengah tantangan era digital, maraknya perundungan, hingga ancaman penyalahgunaan media sosial, sinergi antara keluarga dan dunia pendidikan menjadi kunci mencetak generasi yang tangguh, berkarakter, dan terlindungi.
Kesadaran itulah yang melandasi penyelenggaraan SD DUMAS Class Parenting yang akan digelar pada Kamis, 30 Juli 2026, pukul 08.00 WIB, di lingkungan SD DUMAS Surabaya.
Kegiatan ini menghadirkan Syaiful Bachri, Ketua Komnas Perlindungan Anak Surabaya, yang juga dikenal sebagai Koordinator PAUD Institute Jawa Timur serta praktisi parenting. Ia akan membagikan berbagai strategi membangun pola asuh yang adaptif sekaligus memperkuat komunikasi antara orang tua dan sekolah.
Tema yang diangkat, “Membangun Sinergi Sekolah dan Orang Tua dalam Upaya Mencetak Generasi Hebat, Anak Terlindungi, Indonesia Maju,” dinilai relevan dengan kondisi saat ini. Pendidikan karakter tidak cukup hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi harus diperkuat melalui pola pengasuhan yang konsisten di rumah.

Melalui kegiatan tersebut, para orang tua diharapkan memperoleh pemahaman mengenai cara membangun komunikasi positif dengan anak, mengenali berbagai potensi risiko yang mengancam tumbuh kembang mereka, serta menciptakan lingkungan keluarga yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan mental maupun emosional anak.
Pihak sekolah menegaskan bahwa kehadiran orang tua bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan menjadi bagian penting dalam proses pendidikan. Kolaborasi yang kuat antara guru dan wali murid diyakini mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membentuk karakter peserta didik yang disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.
Dengan semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi anak-anak saat ini, pendidikan tidak lagi menjadi tanggung jawab sekolah semata. Keluarga tetap menjadi benteng pertama dalam membentuk kepribadian anak.
Melalui forum parenting ini, SD DUMAS berharap lahir komitmen bersama antara sekolah dan orang tua untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak. Sebab, langkah kecil yang dimulai hari ini akan menjadi fondasi lahirnya generasi Indonesia yang unggul di masa depan.












