Beranda / Ragam / Gelar Lomba Literasi, SMA Negeri 9 Surabaya Dorong Minat Baca Generasi Muda

Gelar Lomba Literasi, SMA Negeri 9 Surabaya Dorong Minat Baca Generasi Muda

SURABAYA – Upaya menumbuhkan budaya literasi di kalangan pelajar terus dilakukan SMA Negeri 9 Surabaya. Melalui kegiatan Semarak Hari Perpustakaan dan Hari Buku 2026 bertema Jelajahi Dunia Lewat Literasi, sekolah menghadirkan dua kompetisi, yakni Book Talk Challenge dan Book Cover Challenge, Rabu (17/6).

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah itu diikuti siswa kelas X dan XI. Hadir pula Pemenang III Putri Duta Bahasa Jawa Timur 2025, Anindira Habibi Ayu Setiandar, Ketua Komite SMA Negeri 9 Surabaya Syaiful Bachri, serta para guru yang bertindak sebagai dewan juri.

Ketua Panitia, Nurani, M.Pd., mengatakan, lomba tersebut menjadi salah satu langkah untuk membangkitkan kembali minat membaca di tengah tingginya intensitas penggunaan gawai oleh pelajar.

“Kami berharap kegiatan ini membuka wawasan siswa bahwa membaca sangat penting, sehingga mereka tidak hanya terpaku pada telepon genggam. Semoga ke depan kegiatan seperti ini dapat terus berkembang dengan konsep yang lebih baik,” ujarnya.

Masing-masing lomba diikuti 21 peserta dari kelas X dan XI. Setiap kelas mengirimkan dua wakil, masing-masing untuk kategori Book Talk Challenge dan Book Cover Challenge.

Pada kategori Book Talk Challenge, peserta menerima buku fiksi maupun nonfiksi secara acak. Mereka diminta membaca, membuat resensi, mempresentasikan isi buku di hadapan dewan juri, sekaligus menjawab berbagai pertanyaan terkait materi bacaan.

Sementara itu, Book Cover Challenge menjadi ruang bagi peserta untuk menuangkan kreativitas melalui desain sampul buku yang mampu merepresentasikan isi cerita secara visual.

Untuk menjaga objektivitas penilaian, panitia menghadirkan enam juri. Tiga guru Bahasa Indonesia menilai Book Talk Challenge, sedangkan tiga guru Seni Budaya menilai Book Cover Challenge.

Nurani menegaskan, esensi kegiatan bukan sekadar menentukan juara, melainkan membangun kebiasaan membaca sebagai budaya di lingkungan sekolah.

“Harapannya anak-anak semakin mencintai buku. Apa pun buku yang dibaca, semoga mampu dipahami, dipelajari, dan memberi manfaat bagi kehidupan mereka,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan Anindira Habibi Ayu Setiandar. Menurutnya, peringatan Hari Buku dan Hari Perpustakaan menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas literasi generasi muda.

“Belum banyak sekolah yang memberikan perhatian khusus pada momentum ini. Padahal tingkat literasi Indonesia masih membutuhkan banyak penguatan. Kegiatan seperti membaca, mengulas buku, hingga berdiskusi akan sangat membantu siswa, baik selama di sekolah maupun saat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” tuturnya.

Salah satu dewan juri Book Cover Challenge, Anie Setiawati, S.Pd., menjelaskan bahwa sampul buku memiliki fungsi lebih dari sekadar gambar menarik. Sampul harus mampu merepresentasikan isi buku secara utuh.

“Judul, ilustrasi, hingga komposisi visual harus menggambarkan keseluruhan cerita. Dari sini kreativitas siswa benar-benar diasah,” jelasnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang perlombaan. Salah satunya Lady Verinca Sagunawa dari kelas XI-B yang mengikuti Book Talk Challenge. Ia mengaku senang karena kegiatan tersebut membangkitkan kembali kebiasaan membaca yang sempat berkurang akibat padatnya aktivitas.

“Lomba ini membuat saya kembali menikmati membaca. Dulu saya memang hobi membaca, tetapi belakangan mulai jarang karena kesibukan. Sekarang semangat itu muncul lagi,” ujarnya.

Lady mengaku hanya memiliki waktu sekitar satu hari untuk menyelesaikan buku yang menjadi bahan presentasi. Meski persiapannya singkat, pengalaman tersebut justru menjadi tantangan yang menyenangkan.

“Saya berharap setelah mengikuti lomba ini bisa semakin gemar membaca, memahami isi buku dengan lebih baik, sekaligus mengambil nilai-nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komite SMA Negeri 9 Surabaya, Syaiful Bachri, menegaskan bahwa kegiatan literasi akan terus menjadi agenda berkelanjutan di sekolah.

“Kami mendukung penuh peningkatan budaya literasi, baik membaca, menulis maupun literasi digital. Kami juga berharap karya-karya siswa maupun guru dapat diterbitkan dan memiliki ISBN maupun QR ISBN. Hal ini sejalan dengan penguatan kemampuan Bahasa Indonesia yang kini menjadi salah satu materi penting dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA),” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, panitia juga mengumumkan para pemenang. Untuk Book Talk Challenge, juara diraih Evan Arfaviano (X-4), Locita Nariswari Pratomo (XI-A4), dan Naura Quaneisha Wahyudi (X-5). Sedangkan kategori Book Cover Challenge dimenangkan Kartika Indah Aulia Natasya (X-1), Nabilah Bilqis Tsabitah (XI-A1), dan Syafa Meilina Azzahra (X-6).

Menutup kegiatan, Syaiful Bachri menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta.

“Selamat kepada para pemenang. Bagi yang belum berhasil, tetaplah berkarya dan terus mencintai literasi. Prestasi dimulai dari kebiasaan membaca dan kemauan untuk terus belajar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *