Beranda / Ragam / Santunan Yatim Warnai Peringatan Maulid Nabi, Pesan Kesetaraan Gender Jadi Sorotan

Santunan Yatim Warnai Peringatan Maulid Nabi, Pesan Kesetaraan Gender Jadi Sorotan

SURABAYA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi momentum untuk memperbanyak selawat dan mengingat keteladanan Rasulullah. Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk membangun karakter, menjaga persatuan, serta menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

Pesan itu bakal diangkat dalam kegiatan Santunan Yatim Peringatan Maulid Nabi SAW yang digelar pada Minggu, 6 September 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Kesetaraan Gender, Bercanda Jadi Bahaya”.

Sejumlah rangkaian kegiatan disiapkan. Mulai edukasi, permainan atau game, selawatan, doa bersama hingga santunan kepada anak yatim. Kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi sejumlah pihak, di antaranya Tim Lentera Literasi, Universitas Airlangga, Positive Community dan Komnas Perlindungan Anak Surabaya.

Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Surabaya Syaiful Bahri mengatakan, momentum Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam cara memperlakukan anak dan sesama.

“Maulid Nabi menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah. Anak-anak harus diajarkan kejujuran, amanah, kecerdasan dan keberanian menyampaikan kebenaran dengan cara yang baik,” ujar Syaiful Bahri.

Menurut dia, edukasi mengenai kesetaraan gender juga penting diberikan sejak dini. Terlebih, candaan yang dianggap sepele terkadang dapat berkembang menjadi tindakan yang merendahkan, menyakiti, bahkan berpotensi menjadi bentuk kekerasan terhadap anak.

“Bercanda itu boleh, tetapi harus ada batasnya. Jangan sampai candaan menjadi alasan untuk merendahkan, melakukan perundungan atau menyakiti orang lain. Anak-anak harus memahami bahwa setiap orang memiliki martabat dan hak yang harus dihormati,” tegasnya.

Syaiful menambahkan, pesan penting lainnya dalam peringatan Maulid Nabi adalah menjaga persatuan. Perbedaan, kata dia, tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menjauh atau melakukan diskriminasi.

“Rasulullah mengajarkan kita untuk menjaga persatuan. Persamaan harus kita utamakan di atas perbedaan agar kerukunan dan kedamaian tetap terjaga. Ini juga harus ditanamkan kepada generasi muda,” katanya.

Selain itu, memperbanyak selawat menjadi bagian penting dalam mengisi momentum Maulid Nabi. Selawat diharapkan tidak sekadar menjadi lantunan, tetapi juga menjadi pengingat untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus meneladani akhlaknya.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak juga akan mendapatkan edukasi dengan pendekatan yang lebih ringan dan menyenangkan. Harapannya, pesan mengenai perlindungan anak, kesetaraan gender dan bahaya candaan yang berlebihan dapat diterima dengan mudah.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin membangun kesadaran bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Anak harus tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang, aman, dan bebas dari kekerasan maupun perlakuan yang merendahkan,” pungkas Syaiful.

Selain edukasi dan kegiatan keagamaan, panitia juga menyiapkan santunan bagi anak yatim. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajakan kepada masyarakat untuk memperkuat kepedulian sosial dan berbagi kepada sesama.

Lokasi pelaksanaan kegiatan masih akan diinformasikan lebih lanjut oleh panitia. Dukungan masyarakat juga dibuka melalui infak untuk kebutuhan kegiatan, antara lain paket cinta dan goodie bag bagi 30 anak yatim, konsumsi, transportasi dan akomodasi.

Peringatan Maulid Nabi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk menghadirkan nilai-nilai Islam yang tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga kepedulian sosial, penghormatan terhadap sesama, perlindungan anak dan penguatan persatuan di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *