BANGKALAN – Lomba gerak jalan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Arosbaya bukan sekadar parade barisan. Di balik langkah kaki para pelajar sekolah dasar (SD), ada disiplin, keberanian, kekompakan hingga kerja keras yang diuji di tengah suasana perayaan kemerdekaan.
Penampilan para peserta mendapat perhatian Camat Arosbaya. Dia memberikan apresiasi kepada sekolah-sekolah yang berhasil meraih juara sekaligus mengingatkan bahwa kemenangan tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan.
Menurutnya, piala hanyalah hasil akhir. Yang jauh lebih penting adalah proses yang dijalani siswa sebelum turun ke jalan.
“Selamat kepada para juara. Kemenangan tentu membanggakan. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana anak-anak belajar disiplin, kompak dan bertanggung jawab dalam satu tim,” ujarnya.
Dia menilai gerak jalan menjadi salah satu cara sederhana untuk menanamkan karakter kepada generasi muda. Setiap peserta harus mampu mengikuti aba-aba, menjaga ritme langkah dan menyesuaikan diri dengan anggota regu lainnya.
Kesalahan satu orang bahkan bisa memengaruhi penampilan seluruh barisan. Karena itu, kekompakan menjadi kunci.
“Gerak jalan mengajarkan bahwa tidak bisa berjalan sendiri. Semua harus seirama. Ada disiplin dan ada tanggung jawab,” tegasnya.
Camat juga meminta para peserta yang belum berhasil menjadi juara tidak menganggap hasil perlombaan sebagai kegagalan. Justru pengalaman tersebut harus menjadi bahan evaluasi untuk tampil lebih baik pada kegiatan berikutnya.
“Jangan berkecil hati. Yang belum juara tetap harus bangga karena sudah berani tampil dan berusaha memberikan yang terbaik,” katanya.
Di sisi lain, antusiasme masyarakat ikut membuat lomba gerak jalan berlangsung meriah. Warga memberikan dukungan kepada peserta yang melintas, sementara para pelajar tampil dengan semangat membawa nama sekolah masing-masing.
Momentum tersebut dinilai penting untuk menjaga semangat kebangsaan di tengah generasi muda. Kemerdekaan, kata dia, tidak cukup hanya diperingati dengan seremoni. Semangat perjuangan harus diterjemahkan dalam sikap disiplin, kerja keras, persatuan dan sportivitas.
Karena itu, lomba gerak jalan di Arosbaya diharapkan tidak berhenti sebagai perebutan gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pembentukan karakter pelajar agar terbiasa bekerja bersama, menghargai aturan dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan.
Piala boleh berganti tangan setiap tahun. Namun semangat, disiplin dan kekompakan diharapkan tetap menjadi bekal para pelajar untuk menghadapi tantangan yang jauh lebih besar di masa depan.












