MOJOKERTO — TK Pertiwi Kabupaten Mojokerto memperkuat sinergi dengan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang dan pembentukan karakter anak usia dini. Upaya itu dilakukan melalui kegiatan parenting dan assessment metode fingerprint di aula TK Pertiwi, Kamis (13/8/2026).
Mengusung tema “Menciptakan Generasi Emas melalui Kolaborasi Pendidikan Orang Tua dan Sekolah”, kegiatan tersebut dibuka Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Mojokerto, dr. Linda Febryana Dwi Pangastuty Hernaningtyas, Sp.PD., M.Biomed. Hadir sebagai narasumber Ketua Komnas Perlindungan Anak Surabaya sekaligus Owner Parenting Cangkruan Surabaya, Syaiful Bachri.
Linda menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam pengasuhan. Menurut dia, waktu anak di sekolah relatif terbatas sehingga sebagian besar pembentukan karakter berlangsung di lingkungan keluarga.
“Sesibuk apa pun orang tua, pengasuhan anak harus tetap menjadi perhatian. Jika harus dialihkan kepada orang lain, orang tua harus selektif,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan tantangan era digital, termasuk risiko bullying dan pengaruh negatif media sosial.
Syaiful Bachri mengatakan teknologi dan media sosial tidak dapat dijauhkan sepenuhnya dari kehidupan anak. Karena itu, orang tua dan guru perlu mendampingi anak sekaligus memberikan keteladanan.
“Media sosial tidak bisa kita musuhi. Kita harus berjalan berdampingan dengan perkembangan zaman. Yang penting, anak mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk,” katanya.
Menurut Syaiful, pendidikan anak bertumpu pada empat pilar, yakni keluarga, sekolah, lingkungan, dan media sosial. Kolaborasi keempat unsur tersebut diperlukan agar anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan mendukung.
Kepala TK Pertiwi Kabupaten Mojokerto NH. Ratna Juwita, S.H., S.Pd. mengatakan kegiatan diikuti sekitar 30 wali murid, guru, dan undangan.
“Melalui parenting dan assessment fingerprint ini, kami ingin mempererat kolaborasi antara sekolah dan orang tua agar tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang anak sejak dini,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen TK Pertiwi di bawah naungan Dharma Wanita Majapahit untuk membangun pendidikan anak melalui sinergi sekolah dan keluarga. (red)












