Beranda / Ragam / Bukan Sekadar Wadah Pemuda, GARDA MDM Siap Jadi Motor Gerakan Sosial di Pasuruan

Bukan Sekadar Wadah Pemuda, GARDA MDM Siap Jadi Motor Gerakan Sosial di Pasuruan

PASURUAN – Gerakan pemuda di Kabupaten Pasuruan mendapat energi baru. LSM P-MDM resmi membentuk GARDA MDM, sebuah wadah pemuda lintas wilayah yang diproyeksikan menjadi motor gerakan sosial sekaligus sayap juang organisasi.

GARDA MDM tidak ingin berhenti sebagai wadah berkumpulnya anak muda. Kehadirannya membawa misi untuk mendorong pemuda agar lebih aktif mengambil peran dalam persoalan sosial, memberikan edukasi moral, serta ikut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Jaysil Anam Wijaya, yang akrab disapa Mas Jesyen, dipercaya menjadi Ketua GARDA MDM. Posisi Wakil Ketua dipercayakan kepada Imam Samudra, pemuda asal Sidowayah, Kecamatan Kejayan.

Sementara itu, Muktafi atau Afi dipercaya sebagai Sekretaris dan Choirul Anam sebagai Wakil Sekretaris. Untuk memperkuat pergerakan di ruang digital, Miftahul Ulum dipercaya menangani bidang IT dan media sosial.

Susunan tersebut menjadi fondasi awal bagi GARDA MDM untuk menjalankan berbagai agenda sosial ke depan. Pemuda dari berbagai wilayah diharapkan dapat bergabung dan mengambil bagian dalam gerakan yang dibangun.

Jaysil Anam Wijaya mengatakan, kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai Ketua GARDA MDM merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya sebagai Ketua GARDA MDM. Semoga dengan amanah ini saya bisa memberikan yang terbaik,” ujar Jesyen.

Menurutnya, pemuda harus memiliki keberanian untuk mengambil peran. Terlebih, banyak persoalan sosial di masyarakat yang membutuhkan perhatian dan kepedulian generasi muda.

Karena itu, GARDA MDM diharapkan menjadi ruang bagi pemuda untuk bergerak bersama. Tidak hanya melakukan kegiatan sosial, tetapi juga membangun kesadaran, kepedulian, dan karakter moral generasi muda.

Bukan sekadar nama, GARDA MDM kini dituntut membuktikan gerakannya.

Sebagai sayap juang P-MDM, organisasi tersebut diharapkan mampu hadir ketika masyarakat membutuhkan. Gerakan sosial, edukasi moral, kepedulian terhadap lingkungan, hingga kegiatan yang menyentuh kepentingan masyarakat menjadi bagian dari semangat yang hendak dibangun.

P-MDM berharap lahirnya GARDA MDM dapat memperluas jaringan gerakan sosial di berbagai wilayah Pasuruan. Pemuda tidak lagi hanya menjadi objek, tetapi ikut menjadi subjek yang menentukan arah perubahan di lingkungannya.

Dengan struktur kepengurusan yang telah terbentuk, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa semangat tersebut bukan hanya slogan.

GARDA MDM kini memiliki satu pekerjaan besar: bergerak, hadir, dan memberi manfaat.

Jurnalis: Ratih Wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *