BANGKALAN – Riuh kebersamaan mewarnai penutupan rangkaian HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di kawasan Saung Mangrove, Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Sabtu (5/9/2026). Momen tersebut menjadi puncak sekaligus penanda berakhirnya seluruh rangkaian perayaan kemerdekaan tingkat Kecamatan Arosbaya.
Penutupan berlangsung meriah dengan dihadiri berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat. Mulai panitia HUT RI ke-81 Kecamatan Arosbaya, jajaran Muspika Arosbaya, kepala desa se-Kecamatan Arosbaya, Ketua PKDI Arosbaya Agus Mulyanto, tokoh masyarakat, hingga sejumlah undangan.
Suasana akrab dan penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan penutupan. Setelah melewati berbagai rangkaian perayaan HUT RI, momentum tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyatukan kembali semangat gotong royong masyarakat Arosbaya.
Ketua PKDI Arosbaya Agus Mulyanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah ikut menyukseskan rangkaian kegiatan HUT RI ke-81.
“Kemerdekaan bukan hanya tentang perayaan, tetapi bagaimana semangat gotong royong dan kebersamaan terus kita jaga,” ujar Agus.
Dia berharap semangat yang terbangun selama rangkaian peringatan kemerdekaan tidak berhenti setelah acara penutupan. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat, kata dia, perlu terus diperkuat untuk mendukung pembangunan di Kecamatan Arosbaya.
“Pemerintah desa, Muspika, tokoh masyarakat, pemuda dan seluruh elemen masyarakat harus terus bersinergi untuk membangun Arosbaya,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Arosbaya Dedeng Suprapto menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan.
Menurutnya, kemeriahan peringatan HUT RI tidak lepas dari kekompakan seluruh unsur yang terlibat.
“Kalau kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar dan meriah, tentu karena adanya kebersamaan dan kekompakan kita semua,” ungkapnya.
Dedeng berharap penutupan HUT RI ke-81 tidak menjadi akhir dari semangat kebersamaan masyarakat Arosbaya. Sebaliknya, nilai persatuan, gotong royong dan sinergitas yang terbangun selama kegiatan diharapkan terus berlanjut dalam kehidupan bermasyarakat.
“Setelah kegiatan ini selesai, bukan berarti kebersamaan kita juga selesai. Justru semangat persatuan, gotong royong dan sinergitas harus terus kita lanjutkan,” tegasnya.












