SURABAYA – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan sekadar perayaan. Lebih dari itu, kemerdekaan harus dirasakan seluruh anak Indonesia melalui pemenuhan hak-hak dasar mereka.
Komnas Perlindungan Anak Surabaya menyampaikan ucapan selamat HUT Republik Indonesia 2026 sekaligus menyerukan pentingnya menghadirkan masa depan yang lebih aman, sehat, dan bahagia bagi anak-anak.

“Harapan kami, Komnas Anak Surabaya yang mewakili suara anak Indonesia di Surabaya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun Republik Indonesia 2026. Kemerdekaan harus menjadi momentum untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh dengan aman, mendapatkan pendidikan yang layak, bebas dari rasa takut, serta memiliki kesempatan luas untuk bermain, belajar dan mewujudkan cita-cita,” demikian disampaikan Komnas Anak Surabaya.
Ada sejumlah hak dasar yang dinilai penting untuk terus diperjuangkan. Di antaranya akses pendidikan yang merata dan terjangkau bagi seluruh anak, tersedianya fasilitas belajar yang memadai hingga ke pelosok daerah, serta ruang yang luas bagi anak untuk berkarya dan mengembangkan kreativitas.
Selain pendidikan, lingkungan yang aman dan membahagiakan juga menjadi kebutuhan mendasar. Anak harus terbebas dari perundungan, kekerasan di rumah maupun di sekolah. Lingkungan yang bersih, sehat dan ramah anak juga harus tersedia sebagai ruang tumbuh dan bermain.
Keluarga memiliki peran yang tidak kalah penting. Kehadiran keluarga yang harmonis, kasih sayang, perhatian dan dukungan orang tua menjadi fondasi bagi tumbuh kembang anak.
Dari sisi kesejahteraan, anak juga berhak memperoleh makanan bergizi agar dapat tumbuh sehat dan kuat serta mendapatkan pelayanan kesehatan yang mudah diakses.
“Anak bukan hanya masa depan bangsa. Anak adalah bagian dari Indonesia hari ini. Karena itu, pemenuhan hak anak tidak boleh ditunda,” tegasnya.
Di tengah persiapan masyarakat menyambut kemerdekaan, perhatian juga diarahkan kepada anak-anak yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Komnas Anak Surabaya mengajak pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk bergerak cepat membantu proses pemulihan. Tidak hanya pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga pemulihan psikologis anak yang terdampak bencana.
“Anak-anak yang terdampak bencana membutuhkan pendampingan secara cepat dan berkelanjutan. Mereka membutuhkan rasa aman, dukungan psikologis, pendidikan, makanan bergizi, layanan kesehatan serta perhatian dari lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Semangat gotong royong, menurut Komnas Anak Surabaya, harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, organisasi sosial dan seluruh elemen bangsa diharapkan bersama-sama memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam proses pemulihan pascabencana.
Kemerdekaan, pada akhirnya, bukan hanya tentang bebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga tentang memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, bermain, mendapatkan perlindungan dan meraih cita-cita.
“Dirgahayu Republik Indonesia. Mari jadikan kemerdekaan sebagai kemerdekaan bagi setiap anak untuk tumbuh aman, sehat, bahagia dan memiliki masa depan,” pungkasnya.












